Tidak sedikit pendapat yang mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi
efektivitas organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung, akan
tetapi pada dasarnya pendapat-pendapat tersebut sudah terangkum dalam
hasil penelitian Richard M.Steer. seperti misalnya teori mengenai
pembinaan organisasi yang menekankan adanya perubahan yang berencana
dalam organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas
organisasi.
Setiap pelayanan akan menghasilkan beragam penilaian yang datangnya
dari pihak yang dilayani atau pelanggan. Pelayanan yang baik tentunya
akan memberikan penilaian yang baik pula dari para pelanggan, tetapi
apabila pelayanan yang diberikan tidak memberikan kepuasan, misalnya
pelanggan telah mengeluarkan sejumlah biaya untuk pelayanan tetapi
imbalan yang diterimanay tidak seimbang, maka akan menimbulkan
kekecewaan pelanggan dan bisa memperburuk citra instansi pemberi
layanan.
H.A.S. Moenir menjelaskan beberapa factor yang menyebabkan kurang berkualitasnya pelayanan yang diberikan oleh seorang pemberi pelayan :
H.A.S. Moenir menjelaskan beberapa factor yang menyebabkan kurang berkualitasnya pelayanan yang diberikan oleh seorang pemberi pelayan :
Masalah yang dihadapi pemerintah saat ini merupakan masalah publik
yang berkenaan dengan pelayanan dan pemberdayaan publik. Administrasi
publik merupakan ilmu yang mengkaji berbagai permasalahan pemerintah
yang berkenaan dengan publik. Administrasi publik menurut Dwight Waldo
dalam The Study Of Public Administration “Administrasi Publik
adalah manajemen dan organisasi dari manusia-manusia dan peralatannya
guna mencapai tujuan pemerintah”. Sementara menurut Marshal E Dimock
& Koenig dalam Public Administration “Administrasi Publik adalah kegiatan pemerintah dalam melaksanakan kekuasaan politiknya”.
Dalam ilmu administrasi publik, dikenal beberapa unsur dalam administrasi publik, yaitu :
“Seperti dikemukakan para ahli seperti White, O’Doneell, Terry…bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang-orang agar dengan penuh pengertian dan perasaan ikhlas mengikuti dirinya dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Mempengaruhi orang-orang di sini berupa pemberian motivasi dan pendekatan human relations” (Saefullah, 2007: 222).
Dalam ilmu administrasi publik, dikenal beberapa unsur dalam administrasi publik, yaitu :
- Organisasi Publik ;
- Manajemen Publik ;
- Leadership/kepemimpinan ;
- Komunikasi Publik ;
- SDM (Kepegawaian).
“Seperti dikemukakan para ahli seperti White, O’Doneell, Terry…bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang-orang agar dengan penuh pengertian dan perasaan ikhlas mengikuti dirinya dalam mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Mempengaruhi orang-orang di sini berupa pemberian motivasi dan pendekatan human relations” (Saefullah, 2007: 222).
Sebelum berbicara tentang program community development (CD), perlu disinggung di sini corporate social responsibility (CSR) yang merupakan induk dari program community development (CD).
Pengertian CSR diadaptasi dari Pasal 1 butir 3 Undang-Undang Nomor 40
Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, yang menyebutkan komitmen
perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan
guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat,
baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat maupun masyarakat pada
umumnya. (Widjaja dan Ardi Pratama, 2008: 7)
Walaupun telah menjadi isu global, sampai saat ini belum ada pengertian tunggal dari CSR yang diterima secara global, tetapi secara etimologi corporate social responsibility dapat diartikan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan. Melihat awal munculnya, diakui atau tidak kelahiran CSR adalah ‘sogokan’ dari perusahaan kepada masyarakat yang sering dirugikan oleh praktik bisnis perusahaan, karena bagaimanapun fakta menunjukkan bahwa masyarakat sekitar memiliki semacam ‘power’ yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi eksistensi perusahaan. Semakin baik citra perusahaan di tengah-tengah masyarakat sekitarnya, maka semakin kondusif pula iklim usaha bagi perusahaan.
Walaupun telah menjadi isu global, sampai saat ini belum ada pengertian tunggal dari CSR yang diterima secara global, tetapi secara etimologi corporate social responsibility dapat diartikan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan. Melihat awal munculnya, diakui atau tidak kelahiran CSR adalah ‘sogokan’ dari perusahaan kepada masyarakat yang sering dirugikan oleh praktik bisnis perusahaan, karena bagaimanapun fakta menunjukkan bahwa masyarakat sekitar memiliki semacam ‘power’ yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi eksistensi perusahaan. Semakin baik citra perusahaan di tengah-tengah masyarakat sekitarnya, maka semakin kondusif pula iklim usaha bagi perusahaan.
Suatu diskursus pemberdayaan selalu akan dihadapkan pada fenomena
ketidakberdayaan sebagai titik tolak dari aktivitas pembedayaan.
Ketidakberdayaan yang dialami oleh sekelompok masyarakat telah menjadi
bahan diskusi dan wacana akademis dalam beberapa dekade terakhir ini. Di
Indonesia, diskursus pemberdayaan semakin menguat berkaitan dengan
penguatan demokratisasi dan pemulihan (recovery) krisis
ekonomi. Kieffer dalam Edi Suharto (1998:211) mendeskripsikan secara
konkrit tentang kelompok mana saja yang mengalami ketidakberdayaan
yaitu; “kelompok-kelompok tertentu yang mengalami diskriminasi dalam
suatu masyarakat seperti masyarakat kelas ekonomi rendah; kelompok
miskin, usaha kecil, pedagang kaki lima, etnis minoritas, perempuan,
buruh kerah biru, petani kecil, umumnya adalah orang-orang yang
mengalami ketidakberdayaan”.
Wahai orangtua, sediakanlah dua telinga untuk mendengarkan keluh kesah
anakmu. Dengarkanlah apapun yang ingin mereka ceritakan. Berikanlah
kedua tanganmu untuk memeluk mereka ketika mereka sedang sedih dan
kecewa dengan dunia. Siapkan kedua matamu untuk memberi perhatian.
Jadikan bahumu tempat mereka bersandar. Temanilah mereka menjadi orang
dewasa.
Tugas orangtua adalah membimbing anaknya melalui masa remaja. Arahkan
mereka ke jalan yang benar. Beritahukan apa saja kewajiban dan larangan
yang harus dipatuhi. Didiklah mereka atau mereka akan dididik oleh
lingkungan. Jika orangtua tak memberikan perhatian yang cukup maka
mereka akan mencari perhatian dari orang lain. Jadilah tempat untuk
curhat mereka atau mereka akan mencari tempat curhat yang lain.





