FORKARI TERATAI
( FORUM KOMUNIKASI REMAJA ISLAM KARANG TARUNA TERATAI )
FORKARI TERATAI adalah sebuah wadah yang didirikan oleh Karang
Taruna Teratai untuk menggalang para pelajar dan mahasiswa yang memiliki
kepedulian terhadap remaja muslim dan permasalahannya. FORKARI TERATAI Akan di resmikan pada : 01 Juli 2012,
FORKARI TERATAI juga merupakan wadah/forum yang didirikan untuk memberikan
tempat kepada para remaja muslim dalam mengekspresikan berbagai potensi
yang dimilikinya dengan pembinaan nilai-nilai islami.
Oleh:
Maria R. Nindita Radyati, PhD
Seperti kita ketahui, masih banyak yang menganggap tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility
(CSR) sebagai perhabisan biaya. Akan tetapi, menurut penelitian Price
Waterhouse Cooper (PWC) sudah ada perusahaan yang menganggap CSR sebagai
investasi jangka panjang.
Seperti halnya investasi dalam proyek apa pun, perusahaan selalu
mengharapkan tingkat pengembalian atau Return on Investment (ROI).
Tingkat ROI menunjukkan berapa besar investasi tersebut menghasilkan
tingkat pengembalian bagi perusahaan. ROI dapat digunakan juga untuk
mengukur besarnya tingkat pengembalian dari investasi dalam CSR.
Akan tetapi, ada suatu konsep baru yang biasa digunakan oleh
organisasi nirlaba, seperti yayasan, koperasi, dan asosiasi untuk
mengukur dampak kegiatan yang mereka lakukan kepada komunitas.Konsep
tersebut adalah Social Return on Investment (SROI) atau tingkat
pengembalian sosial.
Ajaib! Dalam beberapa tahun saja trilliunan Rupiah uang negara plus
dana pinjaman asing mengalir ke kas penyelenggara pembangunan desa dan
kota. Rejim berkoar bahwa mereka sukses dengan skema program yang mereka
anggap partisipatif. Ribuan fasilitator dilatih, dimobilisasi dan
digaji untuk satu upaya yang mereka sebut sebagai fasilitasi
pemberdayaan warga, dari desa pelosok di Sabang hingga pedalaman
Merauke.
Di lain pihak, para penganjur penguatan warga sipil
(civil society) atau NGO menilai, klaim ini sebagai sesuatu yang tak
berdasar dan bombastis. Dana mungkin telah didistribusi namun mereka
belum melihat bukti bahwa warga telah menunjukkan rasa memiliki
(ownership) sehingga dengan sukarela menjaga dan memanfaatkan bantuan
tersebut. Mereka menyodorkan bukti bahwa banyak sekali fasilitas bantuan
yang tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Pada tingkat makro,
pengangguran dan urbanisasi dari desa ke kota malah semakin tinggi dan
menjadi persoalan baru di pusat-pusat kota.
Kita mungkin pernah
melihat satu pos bantu kesehatan yang hanya menjadi tempat tidur
kambing dan ayam kampung. Kotoran mereka mengering di atas lantai. Atau,
bangunan yang sedianya untuk balai pertemuan warga namun hanya menjadi
tempat jemur pakaian. Penulis juga pernah mengamati denyut program pada
suatu desa dimana terdapat beberapa fasilitas umum seperti Mandi Cuci
Kakus (MCK) bertuliskan tahun 2009, sarana pipa air dan satu lagi MCK
yang dibangun tahun 2005 berdiri tak berjauhan dari rumah aparat desa.
Bantuan-bantuan itu hadir di satu titik. Seakan-akan hanya elite desa
yang butuh.
MATERI ACARA
JALAN
SANTAI MENYELUSURI SUNGAI DELI
SEKOLAH
ALAM KAMPANYE CINTA LINGKUNGAN
Gugah Kepedulian dan Cinta Lingkungan Hidup
Demi Masa Depan Bumi
Tercinta
NO
|
Jam
|
Kegiatan
|
Keterangan
|
1.
|
07:00 Wib
|
Registrasi Peserta
|
Panitia
|
2.
|
08:00 Wib
|
Pembukaan dan Doa Bersama
|
Panitia
|
3.
|
08:15 Wib
|
Pelepasan Gerak Jalan Santai
Tapak Tilas Sungai Deli dan Penanaman Pohon
|
Sponsor dan Panitia
|
4.
|
10:00 Wib
|
Finish Dan Registrasi Peserta
|
Panitia
|
5.
|
10:30 Wib
|
Pemberian Sertifikat Piagam Penghargaan Duta Peduli
Lingkungan Hidup Oleh Ketua Karang Taruna Teratai beserta Panitia kepada
Pihak COCA-COLA AMATIL INDONESIA, Gerakkan Pramuka Medan Labuhan, Lurah
Kelurahan Titipapan dan Peserta.
|
-
|
6.
|
11:00 Wib
|
Talk Show/penyuluhan Sekolah Alam Kampanye Cinta
Lingkungan
|
Panitia dan Narasumber
|
7.
|
12:00 Wib
|
Penutup dan Doa
|
Panitia
|
Para peserta jalan santai Tapak Tilas Sungai Deli menyelusuri kawasan pinggir Sungai Deli
Ketua Karang Taruna Teratai Kelurahan Titipapan Erwin Azmi, S.Sos. memberikan Piagam Penghargaan Duta Lingkungan Hidup Kepada Lurah Kelurahan Titipapan a/n diwakili oleh Sekertaris Kelurahan Titipapan Ibu Nana.
Ketua Karang Taruna Teratai Kelurahan Titipapan Erwin Azmi, S.Sos.
memberikan Piagam Penghargaan Duta Lingkungan Hidup Kepada Bpk. Ahmad Nasoha selaku HUMAS PT. COCA-COLA AMATIL INDONESIA
Ketua Karang Taruna Teratai Kelurahan
Titipapan Erwin Azmi, S.Sos. memberikan Piagam Penghargaan Duta
Lingkungan Hidup Kepada Gerakan Pramuka yaitu kepada Kak Budi Insani.
Ketua Panitia Jalan Santai Tapak Tilas Sungai Deli, penanaman Pohon sekolah alam Peduli Lingkungan Hidup FAJARUDDIN.A. memberikan Piagam Penghargaan Duta
Lingkungan Hidup Kepada peserta perwakilan OSIS.
Wacana
v
Dalam pelaksanaan ini, jalan santai tapak tilas sungai
deli merupakan program mengedukasi para peserta yang merupakan generasi muda
yakni para pelajar sebagai generasi penerus bangsa kami mencoba untuk bagai
mana memberi ulasan dan penjelasan sejarah fungsi dan peran dari sungai deli,
tinjauan sejarah terhadap perkembangan kebudayaan masyarakat kota medan dan
khususnya dalam kaitannya dengan kelestarian alam dan lingkungan.
DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI BUMI 22 APRIL 2012 DENGAN TEMA GUGAH KEPEDULIAN DAN CINTA LINGKUNGAN HIDUP DEMI MASSA DEPAN BUMI TERCINTA


Karang Taruna
Teratai , merupakan lembaga yang peduli terhadap lingkungan dan pengembangan
masyarakat dalam rangka meningkatkan Kepedulian dan kemajuan dalam memanfaatkan
sumber daya Alam dan Lingkungan. Program yang akan dilaksanakan Karang Taruna
Teratai ini berdasarkan Peraturan Daerah No. 5
tahun 2010 dan Permensos No : :
77 / HUK / 2010, pedoman Dasar Karang Taruna BAB I
Ketentuan Umum Pasal 1 ayat (1) Karang Taruna adalah organisasi sosial
kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat
yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari,
oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan
terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. Pelajar Sekolah, Pemuda
dan Masyarakat yang selanjutnya disebut Warga Karang Taruna adalah setiap
anggota masyarakat yang berusia 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 45 (empat
puluh lima) tahun yang berada di desa / kelurahan.

Dan Kegiatan ini
dilakukan karena munculnya permasalahan rusaknya biota dan kadar air di Sungai
Deli akibat dampak dari pencemaran industri dan rumah tangga yang berdampak
pada kerusakan lingkungan Aliran Sungai Deli.
Tahun
pertama perjalanan
Karang Taruna Teratai Kelurahan Titipapan dalam mengabdikan diri di bidang
lingkungan merupakan usia yang Muda dan panjang bagi sebuah lembaga
Kepemudaan dalam berjuang untuk dapat memulihkan
kembali kerusakan lingkungan khususnya di Wilayah Aliran Sungai Deli dan
sekitarnya. Dalam mengusahakan Kemampuan Karang Taruna Teratai dalam menjaga
dan mengatur ritme serta strategi untuk terus mempertahankan kepercayaan
pemerintah, stakeholder dan masyarakat sebagai media pengembangan
telah mendapatkan / memperoleh respon positif dari berbagai pihak sebagai
lembaga fasilitasi untuk kegiatan belajar masyarakat, pelatihan,
riset/penelitian dan pengembangan/pemberdayaan masyarakat.
Untuk itu, pada usia di tahun
Pertama, Karang Taruna Teratai menyelenggarakan kegiatan Jalan Santai Tapak
Tilas Sungai Deli dan Sekolah Alam dalam memperingati Hari Bumi sebagai langkah
strategis yang ditujukan kepada remaja dan pemuda serta masyarakat luas
untuk mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan Karang Taruna Teratai.
Selain itu kegiatan ini diproyeksikan sebagai media kampanye dalam menggugah
kepedulian dan cinta lingkungan hidup bagi generasi muda dalam menghadapi
dampak perubahan iklim dan kerusakan ekosistem bumi pada massa sekarang dan
yang akan datang.
Pembahasan : Persiapan, koordinasi dan laporan Kerja Kepanitiaan Jalan Santai Tapak Tilas Sungai Deli Sekolah Alam 22 April 2012.
Wacana
I. Dalam pelaksanaan, jalan santai tapak tilas sungai deli merupakan program mengedukasi para peserta yang merupakan generasi muda yakni para pelajar sebagai generasi penerus bangsa kami mencoba untuk bagai mana memberi ulasan dan penjelasan sejarah fungsi dan peran dari sungai deli, tinjauan sejarah terhadap perkembangan kebudayaan masyarakat kota medan dan khususnya dalam kaitannya dengan kelestarian alam dan lingkungan.
II. Sekolah Alam mencoba mengajak peserta didik untuk terjun langsung ke alam dan mencoba melihat keadaan dan bagaimana mencoba melakukan tindakan untuk penyelamatan akan kelestarian alam khusunya sungai deli.
III. Mengkampanyekan bahwasannya sungai bukan tempat pembuangan sampah yang bijaksana bagi masyarakat khususnya memberi pemahaman kepada remaja dan pemuda.
IV. Kami juga berkeinginan bagai mana sungai deli bisa menjadi objek wisata air bagi warga kota medan serta benteng sungai yang panjang bisa menjadi paru – paru dan taman rekreasi warga kota medan dengan penataan yang baik.
V. Sangat di pandang perlu peran serta Pemerintah, Swasta dan masyarakat untuk mewujudkan cita – cita Sungai Deli sebagai Objek Wisata dan cagar alam sebagai taman wisata dan rekreasi masyarakat Kota Medan.